Langsung ke konten utama

Postingan

dimana 'nya

senja siap berganti seperti kamu bergegas pergi senja membuat kami berpisah mengantarkan pada waktu menuai kewajiban sudah waktunya bukan berpisah bukan berganti tapi, saling meneduh pada rumah Tertanda, aku yang berganti dengan dia sewaktu-waktu

katanya ini inginmu

apakah ini menuju jalan baru? ??? setelah ku memilih untuk mengingat memori yang dibentuk,biarpun ingatanku payah. Dari semua yang telah kamu ucapkan dan sudah membuatkan harapan sehingga dapat terbang, aku berterimakasih. Keinginan mu pada masa ini bukanlah atas campur tanganku, tapi aku janggal dengan apa yang sudah kamu katakan. Ada namaku dalam inginku, dan sudah kau sampaikan padaku. Pertanda apakah ini? Tertanda, aku yang berterimakasih dibuat bingung olehmu

kabar

alasan yang membuat aku ragu untuk apa aku mengabarkanmu walau aku selalu menunggu kabarmu intensitas kamu bertemu dengan duniamu itu sering ketimbang aku dengan duniaku karena ku merasa, duniaku kini sudah kau ambil aku tidak dapat berfikir kalo aku itu penting bagimu ketika aku mengirim kabar, pasti ada rasa takut aku akan mengganggumu dengan kabar recehku karena sampai detik ini, aku masih merasa kabar dariku, bukan hal yang penting bagimu aku takut Tertanda, aku yang sedang menunggu kabarmu

pesanmu

Aku hanya ingin kamu ada baik-baik saja dan bahagia karena selebihnya tentang rasa aku tak punya kuasa sekalipun berbalas dan aku tau itu berbalas keadaan tak menyertakan keharusan karena semua berjalan secara kebiasaan - kamu, yang mencoba menahan

ndu rindu atau ndu sendu

Bernafas Berkembang Dan sanggup ku jalani Kamu? Rindumu? Kuharap itu menjadi urusanku Jika tidak, tak apa Semoga rindumu bertuju padaku Itu hanya harapku Tertanda, Aku yang rela merindu sejauh ini

dulu sempat berharap

kamu membuat aku mengenal tapi, tidak mau mengajakku terbawa tapi, tidak mau membawaku kedalam bagaimanapun, ini sangat indah disitulah kau membaku bahagia tanpa kau genggam hati ini sepertinya sudah tau dia siapa porsinya hanya teman sehingga yang tercipta bukan sendu melainkan hatiku melagu Tertanda, aku yang dulu berharap

yaa melepas

Saya berfikir untuk bisa lepas secara perlahan-lahan Kamu yang mau melepas semuanya? Seperti itu ya... Iyaa, walaupun berat Aku bantu dengan caraku Dengan cara? Itu retorik, perlahan kita harus saling melepas Kenapa? Cara termudahnya seperti itu Oke, aku gamau! Harus Tidak ada cara lain? Ini kan pilihanmu, aku cuma bisa membantu dengan caraku Pasti ada cara lain, aku gamau lepas dari kamu Lucu, sebelumnya kita tidak pernah saling menyatu. Kenapa kamu tidak terima jika kita harus saling lepas? Harus aku utarakan? Jangan jika kamu tidak sanggup, pilihan ku tetap mendukung mu. Melepas semua secara perlahan, kamu bisa kok Jadi begini caramu? Percayalah aku tidak akan memaksa kembali Melepaskan bukanlah akhir, ingat itu Jadi menurut mu, kita masih bisa saling mendoakan? Tentu, tanpa kamu meminta. Jika sikapmu akan terus seperti ini ... apa? Kamu tidak akan membenciku? Sudahlah, sekarang boleh aku berjanji? Apalagi? Kamu sudah membuatku kalut, cukup Aku berjanji aka...