Langsung ke konten utama

Postingan

Memendam amarah

     You think i am an idiot? Ini tuh pantesnya buat lo, sama sekali gak ada wibawanya. Lo pikir bagus lo manis di depan gue terus ngumbar lewat media lain?! Bodoh gausah dipiara terlalu lama, bakal rugi. Piara tuh kambing, tapi jangan sama dongonya kaya dia. Sayang banget masa-masa indah kaya gitu lo buat jadi ancur. Ha ancur? Iya ancur! Lo ga bisa buat 'masa-masa indah' yang gak akan terulang lagi lenyap gitu aja. Sia-sia tanpa ada yang mendampingi dan lo cukup senang dengan backingan yang lebih dewasa lewat umur.      Fix kalian salah besar! Buat apa orang yang lebih tua kita hormatin dengan memilki emosi yang sama dengan umur bocah yang baru kenal dunia?! Kenapa gak bisa memanfaatkan umur yang emang seharusnya sudah dewasa, apakah ada kata 'telat untuk dewasa'? Jangan pernah diam untuk di hujat, itu pepatah buat mereka yang selalu merasa benar dalam bertindak. Diam itu bukan berarti batu, diam itu emas! Saat lo bilang 'let the bird chirping...

Time to sleep

Besok, banyak plan yang akan di kerjakan. Bangun pagi!! (salah satu kegiatan yg sulit) Motret di tempat hijau (dimanapun itu, gue ambil udara pagi) Nemenin my Mom (belanja dengan waktu yang mepet, gak enak buat nolak) Menginjak dunia baru (mau menjajaki sesuatu yang baru di tempat orang) Ganbatte ne!! Semangat malam ini dibuat tidur, biar besok bisa bangun pagi dan ngejalanin semua plan yang ada. Bismillah yaa Allah...

'they'

Entah kenapa, aku selalu suka sama setiap orang yang bisa ngebawa aku kedalam imajinasi yang kuat. Aku selalu suka mereka yang membuat kata-kata sederhana menjadi membahana. Aku selalu suka membaca tulisan yang mereka paparkan dengan seadanya. Aku selalu suka untuk mendengarkan potongan kata-kata yang mereka lantunkan. Aku selalu suka apapun itu. Aku suka dengan mereka yang membuat sesuatu kecil menjadi indah, sesuatu yang dibuang menjadi seni, dan sesuatu yang detail menjadi sangat sempurna. Entah kenapa aku suka, aku ingin seperti mereka. Aku ingin memiliki 'hal' seperti mereka, bukan mengikuti mereka. Aku ingin berada sejajar dengan mereka, bahkan lebih tinggi. Terdengar egois, tapi inilah aku. Aku yang ingin membawa mereka berkhayal, bukan aku yang terbawa. Aku ingin mereka membaca serpihan kata yang terbuang itu menjadi satu box paragraf mungil yang indah. Aku ingin ini, aku ingin itu, aku random! Aku selalu meginginkan banyak hal yang sebenarnya mudah untuk didaptkan...

Bulan 12

Hey, long time no post. Satu bulan terlewat tanpa meninggalkan jejak post sedikit pun, sekarang ada dua fokus postingan. Maaf jika perhatianku tak hanya tertuju padamu. Tapi aku akan membuat kalian hidup rukun dan adil dalam memberikan postingan ku... Ini teman baru ku AnaDanistha tetapi ada tambahan 'kribo' di belakangnya, ini karena ada tugas STI buat blog di w*orpress.com Bye, salam kecup :*

PHP (backsound: Five For Fighting - Superman)

Hallo kamu kamu... Masih sama dia? Itu tuh dia yang deket kamu, dia yang bikin kamu nyaman tapi sayangnya dia yang ga nembak-nembak kamu. Kamu pernah bertanya-tanya gak sih? Kenapa dia ga nembak-nembak kamu? Apa ada niatan mempermainin kamu? PHP gitu, oh iya PHP itu Pemberi Harapan Palsu artinya. Aku kasih tau yaa, semua yang ada didunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Panas pasangannya dingin, sakit pasangannya sehat, cowo pasangganya cewe, bahkan jomblo ada pasangannya. Mislooo! Sama juga kaya PHP, pasangannya itu yaa keGR-an. Kenapa pasangan PHP itu ke-GR-an, soalnya gak ada PHP kalo gak ada yang ke-GR-an. Sekarang tinggal liat aja, kamu yang mana, dia yang mana. Kenapa sih dia ga nembak-nembak kamu? Bisa jadi dia emang nunggu waktu yang tepat, bisa jadi juga kamu ga pernah ngasih kesempatan buat ngungkapin. Bisa jadi lagi dia emang baik ke semua orang dan kamu yang salah ngertiin. Naah who knows, kalo kamu yakin banget dia yang PHP. Kenapa ga ditagih kepastiannya? Kaya gitu ber...

Bukan Seandainya Dia Tau (backsound: Secondhand Serenade - Fall For You)

Pernah gak sih kamu sebelum tidur mandangin langit-langit kamar? Tapi kali ini bukan sambil senyum-senyum sendiri, tapi sambil menatap nanar dan menerawang sambil negbayangin semua kejadian demi kejadian yang kamu lewatin bareng dia? Iyaa, dia yang paling berharga buat kamu. Tapi ternyata kamu gak seberharga itu buat dia. Rasanya kamu pasti pengen teriak di depan dia, biar dia sadar! Biar dia mikir! Tapi ga bisa, yang bsia kamu lakuin cuma nunggu. Nunggu dia peka, nunggu dia sadar. Lalu timbul pertanyaan besar yang timbul di benak kamu sekarang. Dia ga peka atau ga peduli? Dia ga punya otak atau ga punya hati? Kamu ga pernah berharap dia salah satu dari itu, tapi kenyataanya dia bisa aja keduanya. Ga peka dan ga peduli. Ga kerasa air mata menetes, kamu amsih nerawang langit-langit kamar. Mungkin sampe berharap keajaiban datang, gak apa keajaiban itu gak menghampiri kamu. Tapi  minimal bisa menghampiri dia, supaya dia sadar betapa besar cinta kamu ke dia. Tapi biar kamu tersakiti sa...